Cara Rawat Plafon yang Benar

Cara Rawat Plafon yang Benar Sesuai Jenis Material

  • No Comments

Plafon merupakan bagian dari struktur konstruksi sebuah bangunan, fungsi utamanya untuk memberi batas tegas antara atap dengan sebuah ruangan. Agar kekuatan, keawetannya terjamin maka butuh perawatan yang tepat sesuai dengan material yang digunakan. Kalau tidak, bisa jadi tiap beberapa bulan Anda harus ganti plafon karena jarang dirawat.

Cara Rawat Plafon yang Benar

Pastikan Anda Pakai Cara Ini Untuk Merawat Plafon

Memang beda material plafon akan beda pula cara menjaganya, misalnya plafon tripleks akan beda perawatannya dengan plafon GRC atau gypsum. Begitu juga dengan kayu, metal, bambu dan lambresing. Ini dia cara merawat yang tepat.

Plafon Tripleks

Ketahanan dari material tripleks biasanya maksimal hanya 10 tahun, itupun jika tidak ada bagian atap yang bocor. Agar ketahanannya maksimal, Anda bisa merawat dengan membersihkan kotoran dan debu menggunakan alat pembersih seperti sapu atau sikat. Jika ada bagian yang terkena rembesan air, segeralah ganti, jangan tunggu hingga tripleks rapuh dan bocor lebih parah.

Pastikan untuk mengecat ulang secara berkala, terutama di bagian yang rentan bocor. Gunakan cat kayu terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan cat pengemulsi agar ketahanan cat lebih lama.

Plafon GRC dan Gypsum

Walaupun mampu memberikan keindahan pada interior ruangan, karena memiliki desain yang variatif dan mudah dibentuk, namun material ini sangat rentan rusak akibat air. Cara merawatnya adalah dengan langsung ganti bagian yang lembab dengan bubuk gypsum yang sudah dicampur air. Lalu sebaiknya pakailah material ini hanya untuk plafon di dalam ruangan agar lebih tahan lama.

Playon Kayu

Adalah jenis plafon paling banyak digunakan karena bahannya mudah didapat, mudah dipasang, dan memberi sentuhan artistik alami. Untuk mendapatkan fungsi maksimalnya menambah indah interior dan menyejukkan ruangan, perlu dirawat dengan menyikat kotoran dengan sapu atau kuas. Lalu memberi plitur kayu secara berkala agar kualitas kayu tetap terjaga dan tidak mudah rapuh dimakan rayap.

Jika Anda ingin material ini tahan lebih lama, dapat menggunakan cairan cuka apel atau perasan jeruk lemon untuk membersihkan permukaannya. Cairan ini memiliki sifat asam yang akan membantu kayu lebih kuat. Tapi cairan ini tak cocok diaplikasikan untuk material plafon lain seperti metal, plafon GRC atau lambersing.

Plafon Metal

Material ini tergolong tahan lama, jika perawatannya tepat. Jika Anda melihat bercak lembab di permukaan plafon, segera cek karena kemungkinan bautnya longgar atau paku hampir lepas. Bisa jadi kondisi itu juga karena adanya pergeseran bagian material, makanya segera perbaiki sebelum benar-benar rusak. Pastikan juaga membersihkan secara berkala.

Pembersihannya bisa menggunakan sapu untuk debu dan kotoran yang mudah dibersihkan sama seperti plafon dari GRC, dan cairan deterjen yang disemprotkan pada bagian noda bandel. Dengan begitu permukaan metal akan selalu licin, bersih dan tak mudah jadi tempat debu dan kotoran lengket.

Plafon Bambu

Plafon bermaterial bambu lebih cepat rusak jika dibandingkan kayu, makanya saat menggunakan material ini sebaiknya dibuat beberapa lapis agar tidak mudah rusak dan bocor. Tapi kalau usianya sudah mendekatu lima tahu, sebaiknya segera ganti dengan yang baru. Untuk perawatan rutin bisa menggunakan sapu dan lap kering yang digosok searah pada permukaan bambu.

Sekarang yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui terlebih dahulu apa material pembuat plafon rumah. apakah kayu, plafon GRC, metal,  bambu, atau tripleks. Setelah itu barulah lakukan perawatan sesuai dengan materialnya, sehingga keawetan plafon benar-benar bisa dirasakan hingga bertahun-tahun lamanya.

About Author

0 Comment

SUBMIT COMMENT HERE

:*
:*