Cara Kerja Floor Hardener

3 Jenis Floor Hardener dan Cara Kerjanya

  • No Comments

Floor hardener atau pengeras lantai merupakan material yang ditambahkan ke beton basah dengan tujuan untuk membuat lantai beton lebih mengeras. Walau begitu, penambahan material pengeras lantai ini tidak akan mempengaruhi komposisi kimia pada lantai beton. Pengeras lantai biasanya diaplikasikan pada proyek jalan beton, bengkel, hingga pelabuhan.

Pengeras lantai tidak hanya diterapkan dalam proyek-proyek besar saja, namun juga sering diterapkan pada lantai rumah. Biasanya hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk memastikan adonan semen pada lantai mengeras dengan maksimal.

Jenis dan Kisaran Harga Floor Hardener

Cara Kerja Floor Hardener

Floor hardener terbagi menjadi tiga jenis, diantaranya yaitu:

1. Floor Hardener Logam

Penerapan pengeras lantai ini dilakukan dengan cara dry-shake atau bisa dibilang wet on wet topping. Materialnya ditambahkan diatas lantai beton yang masih basah untuk mendapatkan kekerasan ekstra. Proyek yang menggunakan jenis ini biasanya meliputi proyek pembangunan dengan tugas yang berat dan ekstrem, seperti lintasan tangki dan logam, ataupun pabrik-pabrik industri alat berat dan instalasi militer.

2. Floor Hardener Non-Logam

Pengeras lantai ini digunakan pada proyek-proyek industri dan komersial, seperti tempat parkir, sekolah, dan pabrik. Penerapannya juga dilakukan dengan cara dry-shake.

3. Liquid Hardener

Liquid hardener diaplikasikan dengan metode spray-on. Banyak digunakan di perumahan dan lapangan parkir.

Itulah tiga jenis pengeras lantai yang perlu kita ketahui bersama. Kisaran harga floor hardener sendiri bermacam-macam. Namun untuk liquid hardener dibanderol dengan harga yang lebih ekonomis.

Cara Kerjanya

Pada dasarnya floor hardener digunakan dalam tahapan finishing dengan tujuan mengeraskan sekaligus melicinkan lantai dari beton. Komposisi dari pengeras lantai ini ialah semen, pasir, silika, dll. Takaran yang digunakan biasanya menyesuaikan dari kondisi lalu lintasnya. Semakin tinggi kebutuhan lalu lintasnya, semakin tinggi juga takarannya.

Dalam pengerjaannya dibutuhkan tenaga ahli yang sudah berpengalaman. Setiap proses harus dijalankan sesuai dengan prosedur agar mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai harapan. Adapun mengenai cara pengerjaannya dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Perhatikan bahwa lantai beton harus dalam keadaan padat dan rata, serta sudah mengikuti standar pengerjaan yang ada. Jika tidak sesuai, dikhawatirkan lantai beton akan mengalami keretakan atau penyusutan.

2. Apabila air pengecoran yang naik ke atas permukaan beton sudah tidak terlihat lagi, penaburan bubuk pengeras lantai bisa dilakukan. Dosis rata-rata yang dianjurkan ialah 4 kg/m2.

3. Pengaplikasian pengeras lantai harus dilakukan sampai selesai tanpa terputus. Pastikan lantai dasarnya mengeras hingga ketika diinjak akan tertinggal bekas injakannya sedalam kurang lebih 3-6 mm. Kelebihan air pada permukaan juga harus dalam keadaan sudah menguap.

4. Jika area pengecorannya luas, sangat disarankan untuk proses pengecorannya dilakukan secara bertahap. Pastikan jumlah tenaga kerja dan dosis pengeras lantai yang telah disiapkan cukup agar dapat berjalan secara kontinyu hingga selesai.

5. Penaburan pengeras lantai dilakukan secara bertahap dengan dosis pertama 2/3 bagian. Jika warnanya sudah menjadi gelap karena absorbsi air, maka penggosokan menggunakan trowel dapat dilakukan.

6. Apabila sudah selesai, lanjutkan dengan menaburkan sisa 1/3 bagiannya dan ulangi langkah yang sama.

7. Setelah pengerjaan hardener selesai, segera lapisi lantai beton dengan Concure (Curing Compound) agar tidak terjadi penguapan air beton. Sebagai pencegahan, terkadang petugas menutupinya dengan karung basah atau semacamnya.

8. Langkah terakhir, pastikan lantai beton tidak terkena air hujan setidaknya 2 – 7 hari.

About Author

0 Comment

SUBMIT COMMENT HERE

:*
:*