Aplikasi Waterproof

5 Daerah Yang Perlu Aplikasi Waterproof

  • No Comments

Walau pun bukan seorang arsitek apalagi pekerja konstruksi profesional, namun ada baiknya bagi Anda untuk mengenali berbagai prosedur konstruksi bangunan. Hal ini memungkinkan dan memudahkan Anda apabila dikemudian hari Anda akan membangun sebauh gudang, pabrik, kantor atau pun sekadar merenovasi rumah. Pengetahuan yang cukup tentang konstruksi bangunan membuat Anda lebih mudah dalam membuat anggaran. Juga meminimalisir melesetnya anggaran yang telah Anda buat. Di samping itu, Anda juga bisa memaksimalkan konstruksi bangunan Anda. Jangan sampai sudah mengeluarkan budget yang besar namun masih terdapat banyak kekurangan di sana sini.

Salah satu step paling penting dalam rangkaian konstruksi bangunan adalah pengaplikasian waterproof. Waterproofing adalah step dimana menjadikan material bangunan bersifat tahan air. Waterproof akan melindungi dan menjaga ketahanan sturktur konstruksi terhadap air. Sehingga dengan demikian umur pakainya pun menjadi semakin awet dan tahan lama. Artinya, Anda juga bisa menghemat biaya perawatan. Untuk mendapatkan hasil akhir yang maksimal Anda bisa mempercayakan hal ini pada kontraktor waterproofing yang telah berpengalaman.

Selain itu perlu juga untuk menggunakan aplikator waterproofing yang tepat. Bisa gunakan kuas atau roll, roskam, trowel atau spatula, atau bisa juga dengan menggunakan air compress atau mesin spray. Para kontraktor yang lebih tahu akan membantu kamu untuk menggunakan metode dan aplikator yang tepat.

Bagian-bagian rumah yang memerlukan waterproof

Anda perlu mengetahui bagian mana saja yang perlu diberikan aplikasi waterproof. Berikut ini telah kami berikan rangkuman tentang lima daerah yang perlu aplikator waterproofing.

1. Dinding

Yang paling familiar untuk diberikan step waterproofing adalah dinding. Aplikasi waterproof pada dinding pun lebih mudah. Waterproof untuk dinding hadir dalam bentuk cat yang didesain untuk menghalau laju air menyerap sampai ke struktur bangunan. Dinding yang diberikan cat waterproof mampu mempertahankan pigmen warnanya sehingga tetap stay. Sementara dinding yang tidak dilapisi dengan waterproof akan lebih mudah ‘meler’ yang ditandai dengan biasnya warna cat, lembab dan jamuran. Dengan demikian bangunan Anda menjadi lebih rentan terhadap terpaan hujan dan panas setiap hari. Lain halnya jika Anda menggunakan aplikator waterproofing pada dinding. Usia dinding menjadi lebih tahan lama.

2. Tangki Air

Seperti namanya, tangki air berfungsi untuk menahan air. Sebagian menggunakan bahan plastik atau yang sering dikenal tedmon sebagai tangki penampung air. Namun tetap perlu menggunakan kontraktor waterproofing untuk mencegah kebocoran air. Apalagi jika tangki sengaja dibuat dari bangunan non plastik. Pengaplikasian waterproof pada tangki air bergungsi untuk mencegah kebocoran air baik dari luar ke dalam maupun dari dalam keluar tangki.

3. Atap

Sama halnya seperti dinding, sebagai bangunan pelindung dan terluar atap sangat rentang diterpa panas dan hujan. Untuk itu penting melengkapi atap dengan aplikator waterproofing. Agar air hujan tidak merembes sampai ke plafon apalagi sampai jatuh ke lantai. Malu kan kalau setiap hujan ternyata rumah Anda bocor.

4. Kolam Renang

Serupa dengan tangki air, kolam renang perlu dilapisi waterproof untuk mencegah keluarnya air dari kolam atau masuknya air ke kolam. Waterproof berguna pula untuk menjaga kebersihan air dari aliran dan absorpsi air di sekitar kolam renang.

5. Basement

Untuk beberapa bangunan komersil yang membutuhkan basement, maka basement adalah daerah yang sangat rentan bila tidak dilapisi oleh waterproof. Untuk meneruskan resapan air sampai ke tanah basement harus dilengkapi dengan step waterproofing agar usianya lebih tahan lama.

About Author

0 Comment

SUBMIT COMMENT HERE

:*
:*