3 Tips untuk Menjaga Kusen dari Bahan UPVC Lebih Awet

  • No Comments

Masih menggunakan kayu untuk material kusen? Saatnya Anda mulai beralih menggunakan kusen UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride). Kusen yang terbuat dari bahan ini lebih kuat dibandingkan dengan kayu yang mudah keropos. Bahkan beberapa kusen aluminium yang sulit pemasangannya juga sebaiknya diganti dengan kusen UPVC.

Material UPVC ini sebenarnya tidak hanya digunakan untuk kusen saja, tetapi juga pipa saluran air, pipa pembuangan atau plumbing lainnya. Satu hal baik yang diketahui juga adalah harga kusen upvc lebih murah dibandingkan dengan material kayu atau alumunium. Jika Anda terbatas akan budget, maka hunian bisa menggunakan kusen UPVC.

Tidak ada yang akan mengecewakan jika Anda menggunakan kusen UPVC. Baik dilihat dari kekuatan, harga, perawatan dan juga ketahanannya. Pemasangan tidak sesulit alumunium ditambah Anda tidak perlu mengecatnya.

Tips Merawat Kusen dari UPVC dengan Mudah

 

Menggunakan kusen dari bahan UPVC memang kuat, namun bukan berarti tidak membutuhkan perawatan. Kusen harus tetap dirawat dengan benar sehingga ketahannya bisa menjadi lebih lama. Cara merawat yang benar adalah membersihkannya untuk menghindari kotoran melekat terlalu keras.

Membersihkan kusen UPVC juga akan membuat kusen memiliki warna putih yang lebih cerah. Di tempat jual kusen UPVC pastikan Anda membeli material yang berkualitas tinggi, jika perlu pilihlah yang berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia). Kualitas SNI sudah pasti terjamin dan bisa lebih mudah dibersihkan.

Semakin tinggi kualitasnya maka semakin tinggi pula harga kusen upvc. Namun kualitas dengan harga yang tepat tidak mengecewakan ekspektasi terjadi hasilnya. Proses merawatnya pun cukup mudah, baik setiap hari atau tidak. Ikuti cara merawat kusen UPVC dengan langkah berikut ini.

  • Tips 1, cara membersihkan setiap hari

Jika Anda memiliki banyak waktu luang maka dilakukan perawatan setiap hari pada kusen UPVC. Pertama adalah buka jendela selebar mungkin dan bersihkan kotoran yang melekat keras. Kemudian dengan sikat gigi bekas bersihkan semua debu di sela-sela kusen.

Siapkan segelas air hangat dan bersihkan kusen menggunakan busa atau kain yang sudah dicelupkan. Bersihkan ke satu arah agar kotoran menjadi hilang. Apabila semua bagian sudah di lap, kemudian keringkan. Gunakan kain katun yang kering untuk mengeringkan semua bagian kusen.

  • Tips 2. Membersihkan dan mencerahkan kusen

Selain membersihkan, kusen yang sudah mulai sedikit kusam bisa dibersihkan kembali. Caranya adalah campurkan 1 cup cuka dapur dengan 4 cups air panas. Tuangkan larutan ini ke dalam sprayer. Semprotkan cairan ke seluruh kusen dengan rata kemudian tunggu 10 menit.

Setelah 10 menit, bersihkan semua larutan dengan kain katun yang kering. Keringkan semua cairan yang ada pada kusen. Cara ini akan membersihkan hingga kotoran yang membuat warna kusen menjadi kusam.

  • Tips 3. Membersihkan kusen sesekali

Jika Anda bukanlah tipe orang yang bisa membersihkan kusen setiap hari, maka bisa juga melakukan perawatan setiap satu minggu atau dua minggu sekali. Caranya tidak jauh berbeda, buka jendela lebar-lebar lalu hilangkan kotoran yang menempel dengan kain katun.

Campurkan segelas air hangat dengan air sabun. Jangan gunakan sabun yang memiliki butiran kasar karena bisa merusak kusen. Bersihkan dengan busa atau kain bersih yang telah dicelupkan ke dalam campuran air. Lap semua bagian pada kusen jendela yang kotor serta bagian sela-sela. Lanjutkan dengan pengeringan menggunakan kain katun yang bersih.

Selain merawat, pastikan juga untuk menghindari beberapa bahan kimia atau alat untuk membersihkan. Beberapa alat dan bahan tidak cocok untuk membersihkan. Seperti misalnya bleaching, thinner, acetone, amplas, dan menggosok terlalu kencang.

About Author

0 Comment

SUBMIT COMMENT HERE

:*
:*